Sabtu, 01 September 2012

PKM-M


PKM-M
A.    JUDUL.
“Pepup” Usaha Pelatihan Pemasaran “Paras” serta Media Promosi Pariwisata Lokal Nusa Penida.
B.     LATAR BELAKANG MASALAH
Nusa Penida merupakan satu-satunya kecamatan kepulauan di Bali yang masuk wiilayah kabupaten Klungkung. Wilayah yang terdiri atas 3 pulau  ini memiliki luas 20.284 ha, dengan jumlah penduduk mencapai 46.746 jiwa (Monografi Kecamatan Nusa Penida, 2010:13). Pulau ini kaya akan kekayaan alam yang belum dimanfaatkan secara maksimal akibat keterbatasan dari fasilitas yang ada.  Jika dilihat dari pendidikan dan kesehatan, Nusa Penida belumlah semaju yang ada di “daratan”.
Nusa Penida merupakan salah satu tempat tujuan wisata yang terkenal. yang tidak hanya dikagumi oleh wisatawan domestik tetapi juga wisatawan mancanegara. Keindahan alam bawah laut Nusa Penida yang memiliki daya tarik tersendiri bagi pariwisata. Akan tetapi peluang itu tidak dapat dimaanfaatkan oleh masyarakat Nusa Penida. Para wisatawan yang berkunjang ke Nusa Penida tidak semata-mata hnya melihat keindahan alam bawah lautnya tetapi mereka juga mempelajari kebudayaan yang ada di Nusa Penida. Mereka menyuakai hasil kebudayaan material dari masyarakat Nusa Penida, sepeti hasil seni ukir, dan kerajinan lainnya.
Dari semua objek wisata yang terdapat di Nusa Penida, sebagaian besar merupakan objek wisata pantai dan laut. Berdasarkan informasi dari Dinas Pariwisata Kabupaten Klungkung, saat ini telah terdapat 16 objek wisata di kecamatan Nusa Penida. Objek-objek wisata tersebut tersebar ke ketiga pulau yang merupakan bagian dari kecamatan Nusa Penida. Dari sekian objek wisata yang ada, 14 diantaranya merupakan objek wisata pantai. Disamping itu, ditetapkannya Nusa Penida sebagai bagian dari Kawasan Segitiga Karang Dunia pada bulan November 2009 juga merupakan salah satu hal penting yang menjadi daya tarik Nusa Penida.
Paras adalah salah satu hasil kerajinan masyarakat Nusa Penida yang secara fungsional sangat berarti bagi masyarakat Nusa Penida yang tinggal di perbukitan Nusa Penida. Paras adalah sebuah kerajinan yang bebahan dasar batu kapur yang telah dikenal oleh masyarakat di Indonesia dan merupakan warisan budaya bangsa. Dalam kaitannya sebagai bagian masyarakat Bali, paras memiliki fungsi yang sampai saat ini belum tergantikan. Dalam pembangunan tempat suci agama Hindu di Bali, paras yang dibuat membentuk candi digunakan sebagai pelinggih di bali atau tempat suci. Selain  untuk tempat suci, ukiran paras juga berguna sebagai bahan untuk membangun gapuri rumah atau juga sebagai membangun tempat yang memiliki seni arsitektur bali. Paras juga berfungsi sebagai bahan untuk membangun rumah beraksitektur bali. sebuah rumah yang memiliki gaya arsitek kuno dan mengandung arti relegiusnya. Sebagai membangun tempat suci, misalnya membuat bangunan padma, surya, dasar meru, dan lain-lain. Paras yang diukir memiliki  bentuk seperti burung, harimau, bidadari, berbentuk raksasa, dan lain-lain dengan bagian yang telah dipahat sedemikian, memiliki ukuran berpariasi dari keil sampai ukuran besar. Ukiran paras  dibuat dari” tanah putih” atautanah kapur dan biasanya diberi sedikit hiasan berupa ukir-ukiran atau cat sehingga tampak menarik.
Saat ini di Bali, kebutuhan masyarakat terhadap bahan bangunan tempat suci seperti candi dan banguna yang menerapkan arsitektur Bali.  Dan paras Nusa Penida  kian meningkat. Dalam kaitannya sebagai bagian masyarakat Nusa Penida, paras memiliki peran yang sampai saat ini belum tergantikan. Dalam memilih bahan bangunan tempat suci agama Hindu di Nusa Penida, utamanya di Bali. Ukiran paras yang terbuat dari bahan dasar kapur biasanya Sebuah ukiran biasa yang memiliki bentuk bermacam-macam ada yang berbentuk persegi panjang segitiga, berbentuk tidak beraturan, dan memiliki bentuk tentang benda-benda dalam kisah pewayangan. terbuat dari pandan batu kapur atau tanah kapur yang telah dihaluskan. Bentuknya sangat menarik sehingga para pembeli  ukiran paras menyukainya. Hanya saja belum maksimal pemasarannya sehingga hanya menjangkau wilayah Nusa Penida saja. Karena ukiran paras ini hanya digunakan sebagai bahan bangunan tempat suci agama hindu. Hanya saja harganya tidak sebanding dengan resiko yang dihadapi oleh penambang tanah kapur atau tanah putih, karena mereka rela mempertaruhkan kehidupan mereka, karena ketika mereka menambang tanah kapur atau tanah putih mereka terlebih dahulu membuat lubang atau goa yang membutuhkan kekuatan fisik yang sangat kuat dan kerja kerja keras. Sampai terbentuknya goa yang cukup dalam sekitar 5-10 meter barulah mereka mengumpulkan tanah putih itu. Sebagai bahan pembuatan ukiran paras, didalam goa para penambang tidak mempedulikan keselamatan mereka. Karena beberpa waktu akan runtuh menimpa mereka. Sehingga pendapatan atau bayaran yeng merekadapatkan tidak sebanding dengan proses sampai terbentuknya ukiran. Ukiran yang telah memakan waktu sampai satu setengah bulan untuk satu buah bahan bangunan. Mulai dari proses mengumpulkan tanah putih dari dalam goa, membersihkan dari batu-batu yang ikut diangkut dengan  tanah putih atau tanah kapur.
Untuk meningkatkan harga pemasaran seni kerajinan ukiran yang berbahan dasar batukapur. Permasalahan yang ada adalah sampai saat ini usaha promosi potensi pariwisata dan budaya lokal Nusa Penida tergolong masih kurang. Yang dilakukan oleh kebanyakan agen penyedia jasa pariwisata Nusa Penida hanyalah mempostingkan artikel-artikel terkait dengan objek-objek wisata Nusa Penida di web mereka. Kenyataannya usaha tersebut kurang efektif. Hal penting yang perlu diketahui adalah ketika wisatawan berkunjung ke suatu tempat, faktanya mereka selalu ingin membawa cinderamata dari tempat tersebut sebagai bukti bahwa mereka telah berkunjung dan kenyataannya sampai saat ini Nusa Penida belum menyediakan itu.
Tentunya ini akan memiliki nilai ekonomis yang tinggi, jika dimisalnya sebagai cindera mata para wisatawan dan keperluan lainnya. Menurut pedagang di pasar-pasar, saat barang barang seperti tas, topi atau barang-barang cinderamata lainnya lebih banyak diminati oleh para wisatawan. Hal ini karena mereka tertarik akan hasil kreativitas masyarakat. Terlebih Jika barang-barang kerajinan dari pandan itu dihiasi,   dengan diberi warna-warni, sedikit asesoris, dan dibuat sedemikian rupa, ini akan mengundang daya tarik minat pembeli, sehingga kerajinan ini akan habis terjual dipasar.
Saat ini di Nusa Sendiri, dunia pariwisata begitu berkembang pesat karena Nusa Penida telah terkenal dengan wisata baharinya yang tersohor sampai manca Negara. Tidak dipungkiri bahwa dengan adanya perkembangan pariwisata yang begitu pesat. Dan kebutuhan pariwisata akan souvenir khas nusa penida ini akan menjadi keuntungan tersendiri bagi pengerajin pandan. Dengan berkembangnya IT( ilmu teknologi) seperti internet, bermanfaat sekali terhadap pemasaran barang-barang kerajina masyarakat ini. Hal ini tentu berpengaruh secara langsung terhadap para pengrajin yang dituntut memenuhi permintaan pasar dengan tetap menjaga kualitas produknya.
Perajin paras pada umumnya mudah ditemukan di Nusa Penida. Pusat penjualannyapun tidak jauh dari tepat pariwisata yaitu di Sebun Ibus, di Lemo dan masih banyak lagi masyarakat yng berprofesi sebagai tukang pembuatan paras. Melihat adanya peluang tempat pemasaran, peminat barang sovenir khas daerah Nusa Penida dan melihat adanya kesenjangan distribusi dan pemenuhan lapangan pekerjaan tersebut serta mempertimbangkan semakinmeningkatnya minat akan suatu barang shingga meningkatnya jumlah perrmintaan, kami sebagai mahasiswa ingin mengupayakan sebuah pemerataan lapangan pekerjaan di masyarakat sekaligus mengatasi pengangguran di Nusa Penida. Karena dengan meningkatnya jumlah permintaan suatu barang tentunya para pemborong akan tergiat untuk mencari pegawai yang lebih banyak. Oleh karena itu untuk mengatasi masalah tentang  pemasaran hasil karya seni ukiran berupa benda yang memiliki nilai sen yang tinggi maka kami mengadakan kegiatan pelatihan untuk memberi pengetahuan tentang pemasaran hasil karya seni mereka ke dunia global, dan pariwisata.
Kami memilih desa Lemo karena desa ini merupakan salah satu daerah terpencil yang terdapat di kecamatan Nusa Penida, kabupaten Klungkung. Kurangnya imformasi dan sedikitnya lapangan pekerjaan, menyebabkan hampir sebagian besar anggota masyarakat khususnya pemuda,  menjadi pengangguran (tuna karya) baik terselubung maupun tidak terselubung. Dari hasil pengamatan kami cukup banyak pemuda dan anggota masyarakat lainnya menghabiskan waktu hanya dengan duduk-duduk di pinggir jalan atau menghabiskan waktu dengan melakukan pekerjaan yang tidak bermanfaat. Keadaan seperti ini cukup mengkhawatirkan karena bukan tidak mungkin hal-hal negatif seperti mabuk-mabukan, brutalitas, kebut-kebutan, dan lain sebagainya dapat mereka lakukan. Melalui program pelatihan ini, diharapkan pengangguran, kemiskinan dan hal-hal negatif dapat diatasi.
Bila  ditelusuri lebih jauh, potensi masyarakat desa Lemo sangat mendukung untuk terciptanya sebuah industri rumah tangga, khususnya pembuatan pengemba Saat ini, baik sumber daya manusia maupun sumber daya alam di desa Lemo belum termanfaatkan secara maksimal, hal inilah yang menyebabkan desa ini masih terbelakang dan terpuruk, baik kesejahteraan masyarakatnya maupun keadaan perekonomiannya. Pelatihan tentang bagai mana cara pemasaran hasil karya seni yang berupa seni ukiran paras atau tanah kapur yang ingin kami laksanakan pada intinya bertujuan meningkatkan kesejahteraan masyarakat Lemo dan pemerataan pemenuhan lapangan pekerjaan bagi masyarakat terpencil. Pelatihan ini mengupayakan peningkatan skill para tuna karya di desa Lemo dan menuntun masyarakat Lemo dalam membangun pasar pariwisata dan pasar global. Keterbatasan kemampuan mereka dalam hal permodalan dan manajemenpemasaran, ditambah tingkat pendidikan yang rendah, mendorong diperlukannya suatu pelatihan untuk menuntun mereka dalam mewujudkan keejahtraan masyarakat,
Saat ini, baik sumber daya manusia maupun sumber daya alam di desa Lemo belum termanfaatkan secara maksimal, hal inilah yang menyebabkan daerah ini masih terbelakang dan terpuruk, baik kesejahteraan masyarakatnya maupun keadaan perekonomiannya.
Pelatihan dalam pemasaran kepada pariwisata yang ingin kami laksanakan pada intinya bertujuan meningkatkan kesejahteraan masyarakat desa Lemo dan pemerataan pemenuhan lapangan pekerjaan bagi masyarakat terpencil lainnya. Pelatihan ini mengupayakan peningkatan skill ilmu teknologi dan manajemen pemasaran bagi para tuna karya. Dan menuntun masyarakat dalam membangun sebuah industri masyarakat. Keterbatasan kemampuan mereka dalam hal permodalan dan manajemen, ditambah tingkat pendidikan yang rendah, mendorong diperlukannya suatu pelatihan untuk menuntun mereka dalam mewujudkan industri masyarakat itu sebagai upaya meningkatkan perekonomian di desa Lemo atau masyarakat Nusa Penida pada umumnya. Selama ini belum ada inisiatif dari masyarakat sendiri atau dari dinas terkait untuk melakukan suatu pelatihan yang bertujuan mengembangkan keterampilan dan potensi yang dimiliki masyarakat setempat. Oleh karena itu, melalui pelatihan pemasaran serta mempergunakan untuk media pariwisata Nusa Penida.
C.    PERUMUSAN MASALAH
Berdasarkan latar belakang masalah yang diuraikan sebelumnya, maka dapat dirumuskan masalah-masalah yang diangkat berkaitan dengan pelaksanaan program ini, antara lain:
1.        Bagaimana mensosialisasikan cara pemasaran seni ukir paras yang berbahan dasar tanah putih sebagai upaya meningkatkan perekonomian masyarakat Nusa Penida?
2.        Bagaimana melatih para tunarungu di Nusa Penida agar mampu mempromosikan barang produksi mereka kedunia pasar dan pariwisata?
3.        Bagaimana melatih masyarakat untuk dapat membangun rasa percaya diri mereka untuk dapat mempromosikan karya atau kerajinan mereka?
D.    TUJUAN
Adapun tujuan yang kami harapkan melalui pelaksanaan program kreativitas mahasiswa ini yaitu sebagai berikut.
1.        Mensosialisasikan mensosialisasikan cara pemasaran seni ukir paras yang berbahan dasar tanah putih sebagai upaya meningkatkan perekonomian masyarakat Nusa Penida.
2.        Melatih para tunarungu di Nusa Penida agar mampu mempromosikan barang produksi mereka ke dunia pasar dan pariwisata.
3.        Melatih para msyarakat untuk dapat membangun rasa percaya diri mereka untuk dapat mempromosikan karya atau kerajinan mereka.
E.      LUARAN YANG DIHARAPKAN
Melalui program kreativitas mahasiswa ini, diharapkan nantinya akan diperoleh luaran-luaran sebagai berikut.
1.      Peningkatan keadaan perekonomian dan kesejahteraan masyarakat banjar Lemo utamanya masyarakat Nusa Penida, Klungkung melalui kegiatan sosialisasi cara pemasaran seni ukir paras yang berbahan dasar tanah putih sebagai upaya meningkatkan perekonomian masyarakat Nusa Penida.
2.      Masyarakat Nusa Penida yang terlatih dan mampu secara mandiri mengembangkan pengetahuan mereka untuk mempromosikan barang produksi mereka ke dunia pasar dan pariwisata.
3.      Para  msyarakat mampu untuk dapat membangun rasa percaya diri mereka untuk dapat mempromosikan karya atau kerajinan mereka Industri rakyat.
F.     KEGUNAAN
Adapun kegunaan yang bisa diperoleh melalui pelaksanaan program kreativitas mahasiswa ini sebagai berikut.
1.      Bagi mahasiswa:
a.       memberikan pengalaman tentang penulisan karya ilmiah.
b.      membangun kerjasama antara mahasiswa, dosen dan masyarakat.
c.       melatih kemampuan dalam menerapkan metode ilmiah dan kemampuan berpikir kritis.
d.      melatih jiwa pengabdian mahasiswa agar mengabdikan pengetahuannya pada masyarakat, bangsa dan negara.



2.      Bagi masyarakat:
a.       memperoleh pengetahuan tentang cara pembuatan souvenir berbahan dasar anyaman pandan.
b.      menumbuhkan kesadaran masyarakat untuk bekerja dan berkarya serta berusaha meningkatkan kualitas kehidupannya.
c.       meningkatkan keadaan perekonomian dan kesejahteraan masyarakat melalui pengembangan usaha kecil atau industri rumah tangga, khususnya masyarakat banjar Angas desa Klumpu, kecamatan Nusa Penida, kabupaten Klungkung.
d.      terwujudnya pemerataan lapangan pekerjaan antara masyarakat di desa terpencil dan kota besar serta membantu negara mengentaskan kemiskinan.
G.    GAMBARAN UMUM MASYARAKAT SASARAN
Perkembangan jumlah penduduk di Nusa Penida saat ini tidak diimbangi dengan perluasan lahan mata pencaharian. Ini menyebabkan banyak anggota masyarakat khususnya muda-muda desa yang tidak bekerja. Mereka biasanya menghabiskan hari-harinya dengan membantu orang tuanya mengolah lahan yang terbatas atau mereka pergi duduk-duduk atau keluar rumah untuk bepergian seperti ke tempat-tempat tongkrongan. Secara umum peningkatan jumlah pemuda dan putri yang menganggur di desa ini membuat kualitas kehidupan masyarakat menjadi menurun. Pendapatan perkapita desa Klumpu menjadi sangat rendah.
Tingkat pendidikan yang rendah dari masyarakat Nusa Penida, ditambah letak geografis wilayah ini yang terpencil dan jauh dari kota besar Bali . Membuat daerah  ini semakin terpuruk akibat arus informasi yang tidak lancar. Terlebihnya mereka tidak memiliki pekerjaan tetap, hanya sebagai peternak sapi dan berkebun yang hasilnya tidak terlalu mencukupi. Mereka memiliki kerja sampingan hanya membuat membuat paras yang dijual bagi masyarakat setempat yang hasil dari penjualannya tidak mencukupi makan sehari-hari. Sedangkan bagi seorang remaja hanya menunggu pekerjaan yang mereka anggap akan menghampirinya. Pemandangan ini terlihat sangat mengkhawatirkan di tengah era globalisasi dan persaingan bebas saat ini. Sebenarnya  merupakan sebuah peluang bagi masyarakat tunarungu dan tunakarya di Nusa Penida untuk membuka suatu lapangan pekerjaan baru. Terlebih lagi sumber daya manusia dan suber daya alam yang dimiliki Nusa Penida cukup mampu untuk mengembangkan kerajinan ukir paras, Pemuda-pemuda yang sudah telaten dalam hal mengukir paras siap untuk dilatih pengetahuannya untuk dapat mempromosikan hasil ukiran mereka kedunia pariwisata dan dunia global.
H.    METODE PELAKSANA
Adapun langkah-langkah pelaksanaan program kreativitas mahasiswa ini, sebagai berikut.
1.      Tahap pertama, meliputi:
a.       Penjajagan awal dan sosialisasi program. Pada tahap ini mahasiswa akan menjajagi dan mengobservasi keadaan awal masyarakat Nusa Penida. Sekaligus melakukan sosialisasi dengan warga desa terkait, yaitu melalui lembaga Desa Pakraman. Tujuan dari kegiatan ini ialah untuk membina kerjasama antara mahasiswa dengan warga setempat, sehingga warga dapat mendukung pelaksanaan program.
b.      Mengumpulkan data yang diperlukan, meliputi jumlah tuna karya yang akan mengikuti pelatihan, paras dan bahan baku lain yang diperlukan dan yang tersedia, peralatan yang diperlukan, dan tempat untuk melaksanakan program. Proses pengumpulan data ini dilaksanakan selama satu hari.
c.       Proses pengenalan media yang sudah berkembang di masyarakat global, dan cara penggunaannya.

2.      Tahap kedua, meliputi:
a.       Memulai kegiatan pelatihan secara resmi dilanjutkan dengan pemberian orientasi awal kepada peserta latihan mengenai teknik penggunaan media sperti media internet secara terpisah yang dilakukan oleh mahasiswa danpelatih yang memiliki pengetahuan tetang teknologi.
b.      Menyiapkan semua alat dan bahan yang diperlukan untuk melaksanakan program kegiatan di tempat pelatihan, paras yang sudah selesai diukir siap untuk dipasarkan. Kegiatan ini diperkirakan berlangsung selama 1sampai 2 hari.
c.       Pelaksanaan pelatihan tahap ini, yaitu pelatihan mengenai penambahan ornamen berupa variasi, pada ukiran. Seperti bentuk- bentuk yang unik, dan hiasan lainya. Alokasi waktu untuk pelaksanaan tahap ini ialah 4 hari. Pada tahap ini mahasiswa dibantu dosen pembimbing akan terus memantau perkembangan kegiatan pelatihan. Mahasiswa  akan mengontrol pelaksanaan program, sehingga dapat dijamin program tetap berjalan secara baik dan efektif. Pelaksanaan


3.      Tahap ketiga, meliputi:
a.       Evaluasi program. Kegiatan ini akan dilakukan selama pelaksanaan tahap pertama dan tahap kedua yang meliputi pelatihan tahap I, pelatihan tahap II, dan  pelatihan tahap III, serta dua minggu setelah tahap kedua selesai dilaksanakan.
b.      Penutupan program pelatihan dan penyerahan alat-alat hasil pembelian yang digunakan selama latihan sebagai modal usaha peserta latihan.
c.       Penyusunan laporan dan dokumentasi kegiatan. Kegiatan ini akan dilaksanakan seiring pelaksanaan tahap pertama dan tahap kedua.
d.      Pengumpulan laporan.






I.       JADWAL KEGIATAN
Adapun rencana kerja  dan  jadwal pelaksanaan program kreativitas mahasiswa dapat dilihat sebagai berikut.

No.
Kegiatan yang Dirancang
Minggu ke

1
2
3
4
1
Tahap Pertama





Penjajagan awal dan sosialisasi program kepada masyarakatNusa Penida, serta membina kerjasama dengan masyarakat




Mengumpulkan data tentang yang diperlukan, meliputi jumlah tuna karya, dan tempat-tempat yang dijdikan sebagai sumber  penggalian tanah kapur




Mensosialisasikan program yang akan dilaksanakan.




2
Tahap Kedua





Pemberian orientasi awal kepada peserta latihan mengenai teknik pemasaran. Yang dibantu pelatih dan mahasiswa




Menyiapkan semua alat dan bahan yang diperlukan untuk melaksanakan program kegiatan




Pelaksanaan kegiatan pelatihan tahap I yang sepenuhnya diserahkan kepada pelatih dan didampingi secara langsung oleh mahasiswa




Pelaksanaan pelatihan tahap II, yaitu pelatihan mengenai teknik pengembangan ukiran, yang memiliki nilai seni.




Pelaksanaan pelatihan tentang cara promosi dan pemasaran kepada pariwisata.




3
Tahap Ketiga





Evaluasi program




Penyusunan laporan dan  dokumentasi kegiatan




Penutupan kegiatan




Pengumpulan laporan












I.       RANCANGAN BIAYA
Rancangan biaya yang diperlukan unuk mewujudkan kegiatan sosialisasi ini, yang merupakan anggaran biaya pelaksanaan yang diusulkan untuk melaksanakan Program Kreativitas Mahasiswa Pengabdian Masyarakat ini (PKM-M) adalah sebesar Rp. 9.020.000 - dengan rincian sebagai berikut.
No.
Nama Alat atau Bahan
Jumlah
Biaya Satuan (Rp)
Biaya (Rp)
Biaya Penyusunan Laporan, Biaya Pembelian Alat, dll
1
Ngeprint
4 laporan
10.000
40.000
2
Fotokopi
1 laporan
5.000
5.000
3
 Jilid
4 laporan
5.000
20.000
4
Pulpen
5 buah
3.000
15.000
5
Sepidol
3 buah
5.000
15.000
6
Buku catatan
5 buah
12.000
60.000
7
Biaya tak terduga

200.000
200.000



8
Persiapan (selama dua hari)
2 orang
50.000
100.000
9
Pelaksanaan kegiatan (selama 4 hari)
7 orang
100.000
700.000
10
Guru pendamping (saat terakhir)
1 orang
20.000
20.000
11
Evaluasi (selama 3 kali)
3 orang
50.000
150.000
12
Sewa handycam
1 buah
200.000
250.000
13
Kaset CD
2 buah
3.000
60.000
14
Sewa kamera digital
1 buah
200.000
150.000
15
Baterai kamera digital
3 buah
15.000
30.000
16
Cuci cetak
20 buah
5.000
60.000
17
Pembuatan spanduk
1 buah
100.000
90.000
Jumlah Biaya
1.965.000

Biaya Transportasi
1
Transportasi anggota pelaksana selama kegiatan termasuk pelatih  (15 hari pulang pergi)
8 orang
50.000
400.000
2
Transportasi dosen pendamping
( pulang pergi)
1 orang
150.000
 150.000
Jumlah Biaya
550.000










PENYEDIAAN PERALATAN

JENIS PENGELUARAN
JUMLAH
BESARAN SATUAN (Rp)
JUMLAH (Rp)
Ukiran paras yang sudah jadi
Selengkapnya
0
0
Penambahan asisoris
Selengkapnya
500.000
4.000.000
Pahat

0
0
Kuas
Satu set
50.000
50.000
Sewa mesin pemotong
Satu set
700.000
700.000
Pengecatan
15 kleng
6.000
240.000
Hiasan-hiasan tambahan


120.000
Jumlah Biaya
5.115.000



















BIAYA UNTUK MEMPROMOSIKAN
JENIS PENGELUARAN
JUMLAH
BESARAN SATUAN (Rp)
JUMLAH (Rp)
Pembuatan  poster
200 lembar
3.000
600.000
Pembuatan iklan di internet
Satu media
500.000
500.000
Pembuatan iklan di koran
Satu media
300.000
300.000
Jumlah
1.400.000


J.      LAMPIRAN
1.      Biodata Ketua Kelompok
Nama Lengkap                      : Ni Komang Trikamistin
Jenis Kelamin                        : Perempuan
Tempat, Tanggal Lahir          : Klumpu, 9 Juni 1994
NIM/Angkatan                      : 1213041121
Jurusan                                   : Pendidikan Biologi
Fakultas                                 : Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (MIPA)
Perguruan Tinggi                   : Universitas Pendidikan Ganesha
Riwayat Pendidikan              :
            SD                             : SD Negeri 2 Klumpu (2000 – 2006)
            SMP                           : SMP Negeri 2 Nusa Penida ( 2006 – 2009)
            SMA                          : SMA Negeri 1 Nusa Penida ( 2009 – 2012)
            PT                              : Undiksha, Singaraja     (2012 sampai sekarang)

Alokasi Waktu Kegiatan PKM           : 4 jam/minggu



Singaraja, 24 Agustus 2012              
                                                                             


  Ni Komang Trikamistin
      NIM. 1213041121



Tidak ada komentar:

Poskan Komentar